Minggu, 13 Maret 2011

AL-QUR’ANUL-KARIM, KEWAHYUAN DAN KEMUKJIZATANNYA

PENGERTIAN AL-QUR’AN
   
Secara etimologis, kata "Al-Qur-a:n ( القرآن ) searti dengan al-qira:ah ( القراءة )    dan al-tila:wah ( الـتِّلاوة ) . Dalam bahasa Aram ( أر م  ), suatu bagian dari rumpun bahasa arab di kawasan utara selain bahasa kan’a:n, kata “al-qira:ah” searti dengan kata ‘al-tila:wah (= peristiwa membaca); kata “al-kita:bah ( الكِتَابة )" diartikan “peristiwa menulis (arab : rasm al-hurû:f)”; kata “al-kita:b ( الكتـاب ) " menunjuk pada makna "kumpulan tulisan dalam lembaran-lembaran, yaitu himpunan huruf serta gambar tulisan lambang-lambang suatu bunyi/suara". Sementara kata "al-Qur-a:n" dimaknakan dengan "hafalan kata-kata di luar kepala". Dengan demikian memberi kesan, bahwa kata "al-qur-a :n"  adalah bentuk kata benda abstrak (arab : mashdar) berasal dari kata "al-qira:ah", dan dalam al-qira:ah (=aktivitas membaca) itu sendiri terkandung aktivitas berfikir, yaitu menghafal dan mengingat-ingat (lih.Al-Shalih,1988 : 17).
    Penetapan sebutan bagi kitab suci terakhir ini dengan nama "al-qur-a:n dan al-kita:b" sangat sesuai dengan arti yang dimaksud menurut bahasa orang arab bagian utara tadi. Jadi nama demikian benar-benar bersifat alami, mengingat al-qur'an memang terhimpun dalam lembaran-lembaran (mushhaf) serta menjadi bahan bacaan dan hafalan para pemeluk ajarannya, terwariskan generasi demi generasi secara utuh, baik bunyi maupun isi dan kandungannya, tanpa terjadi perubahan, penambahan ataupun pengurangan sedikitpun. sehingga terjamin otentisitasnya dan terjaga dari upaya penyimpangan. Kiranya inilah kenyataan hakiki sebagai bukti kebenaran firman Allah dalam Q.S.15/Al-Hijr : 9 (lih.Syaltut,1966 : 481) berikut :

إنّا نحن نـزّلـنا الـذكـر وإنّـا له لـحـفـظون
"Sungguh telah Aku turunkan Al-Dzikr (Al-Qur'an) dan sungguh Aku telah menjaganya".

Adapun definisi al-qur'an secara terminologis, dapat dikemukakan rumusan beberapa pakar sebagi berikut :

1. Abdul Rahman Al-Suyuthi (1988 : 16 ) :

الكلام المُـنَـزَّل علـى محـمّـدٍ لِلإعـجـاز بِـسـورةٍ مـنـه
"Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, berfungsi sebagai mu'jizat melalui satu surat (saja)"
   
2. Abdul 'Adhim Al-Zarqani (1991:I/12) dan Shubhi Al-Shalih (1988:21)  :

الكلام المُعْجِزالمنزَّل على النبيّ صلىالله عليه وسلّم المكتوبُ في المَصاحف المنقولُ عنه بالتواتُر المُتَعبَّد بِتلاوتِه
"Kalam tertentu yang (berfungsi) sebagai mu'jizat, diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, tertulis dalam lembaran-lembaran, tersebar secara mutawatir serta membacanya merupakan suatu ibadah".

3. Syaikh Mahmud syaltut (1966:481)  :

اللفظُ العربيّ المنزّل على محمّد صلىالله عليه وسلم المنقولُ إلينا بالتواتر
"Lafal/ucapan arab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, dan tersebar sampai kepada kita melalui cara mutawatir"
         
4. Dr. Muhammad Abdullah Darraz (1974:14) dan Manna' Khalil Al-Qatthan (1978:21)  :
كلام الله المنزّل على محمّد صلىالله عليه وسلّم الـمُتعبَّد بتلاوته
"Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, dan membacanya merupakan ibadah (mendapat pahala)"

5. Dr.Wahbah Al-Zuhailiy (1986:I/421)  :
كلام الله المنزّل على رسول الله صلىالله عليه وسلم باللِّسان العربيّ للإعجاز بأَقْصَر سورة منه المكتوب في المصاحف المنقول عنه بالتواتر المتعبَّد بتلاوته المَبْدوء بسورة الفاتحة المختوم بسورة الناس
"Kalam Allah yang diturunkan kepada Rasulullah saw dengan bahasa arab, sebagai mu'jizat melalui suratnya yang paling pendek, tertulis di lembaran-lembaran, tersebar dengan cara mutawatir, membacanya adalah suatu ibadah, dimulai dengan surah al-fatihah serta diakhiri dengan surah al-na:s".

Dari lima macam definisi di atas, ada yang pendek dan ada yang panjang dengan penyebutan pola kata masing-masing, dapat disadari betapa pentingnya definisi al-qur'an untuk sungguh-sungguh memahami hakekatnya, sedemikian pentingnya hingga perlu melibatkan kata-kata tertentu untuk membatasi apa yang dimaksud dengan istilah “al-qur'an”. Namun ada kalanya suatu kata dalam definisi hanya sebagai pelengkap penjelasan dan bukan sebagai penegas esensial.
Terdapat beberapa kata sebagai pembatas arti hakiki al-qur'an yang perlu penjelasan sekilas  :
a. al-kala:m, kala:mullah dan al-lafdhu al-'arabiyyu, al-lisa:n al-'arabiyy. Al-qur'an memang kalam tertenu yaitu kalam Allah. Kalam Allah yang berupa Al-qur'an juga memang dalam bentuk bahasa arab (Q.S.12/Yusuf:2; S.20/Thaha: S.26/Al-syu'ara:192-195; S.39/al-zumar: 27-28), bukan bahasa ajam (selain arab). Karenanya, terjemahan al-qur'an tidak bisa disebut al-qur'an.
b. al-munazzal 'ala: Muhammad/Al-Rasu :l. Ini menegaskan bahwa kalam Allah yang turun kepada selain Nabi Muhammad bukanlah al-qur'an.
c. lil-I'ja:z bi su:ratin minhu, bi aqshari su:ratin minhu. Merupakan batas minimall yang membuktikan nilai kemu'jizatan al-qur'an.
d. al-muta'abbad bi tila:watihi. Ini untuk mengecualikan hadits qudsi. Walau juga kalam Allah kepada Nabi, tetapi membacanya saja tak bernilai sebagai ibadah.
e. Al-manqu:l bil-tawa:tur. Terdapat suatu kata arab atau kalam yang diduga kalam Allah, tetapi tidak diakui secara mutawatir, maka bukanlah al-qur'an.
Lima jenis kata (a sampai e) inilah yang menjadi unsur esensial dalam memberikan definisi al-qur'an. Gabungan utuh lima kata itu pula yang akan membedakan antara al-qur'an dengan kitab-kitab lainnya, baik isi, fungsi maupun eksistensinya. Adapun Kata-kata lainnya pada beberapa definisi terdahulu tadi kiranya lebih merupakan pelengkap untuk meinformasikan aspek-aspek khas yang berkaitan sangat erat dengan al-qur'an itu sendiri, dan bukan sebagai unsur esensial definisinya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons